PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere – Film ‘Anak Babi Bapa’ yang disutradarai oleh Yansen Paji berhasil masuk nominasi film pendek terbaik dalam ajang festival 100% Manusia dan Flobamora Film Festival. Keberhasilan ini menjadi cerita menarik tidak hanya bagi sutradara melainkan juga bagi tim secara khusus bagi Arys Hayon selaku Produser film tersebut. Kesuksesan memproduseri film ini menjadi keberhasilan serentak sejarah baginya. Alasannya Film pendek yang diproduksi oleh Misenema Production ini menjadi film pendek dan pengalaman pertama bagi Arys Hayon dalam dunia Film secara khusus sebagai produser film.
Pencapaian ini menjadi hasil dari kerja keras sekaligus pengalaman berharga bagi Arys Hayon dan kawan-kawan. Bagi mereka, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang kompetisi dan penghargaan, melainkan juga tentang keberanian memulai sesuatu yang baru, belajar bersama, dan membangun kreativitas tanpa rasa takut. Sebagai produser, Arys Hayon mengungkapkan bahwa salah satu hal yang mendorongnya terlibat dalam produksi film ‘Anak Babi Bapa’ adalah kedekatan kisah film tersebut dengan pengalaman hidupnya sendiri dan teman-temannya yang merupakan mantan frater.
“Awalnya saya diajak oleh teman yang adalah sutradara, Yansen Paji, yang juga merupakan rekan kerja di kantor. Alasan saya memilih bergabung dan memproduseri film ini karena kisah dalam film ini sangat relate dengan kehidupan saya sebagai seorang eks frater” Ungkap Arys.
Baca juga: Sumpah Pemuda Di Tengah Pergantian Estafet Kepemimpinan Osis SMP Marsudirini Bogor
Kedekatan emosional dengan cerita itulah yang menjadi alasan mendasar bagi Arys untuk mengambil bagian sebagai produser. Kisah yang terasa dekat dengan kehidupan Arys Hayon selaku Produser dan Yansen Paji selaku Sutradara dan juga sebagian besar anggota tim menjadi dorongan untuk menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam sebuah karya audiovisual, ‘Anak Babi Bapa’. Perjalanan menggarap film ini juga tidak dimulai dengan bekal pengalaman profesional. Arys dan tim memulai semuanya dari nol. Dalam artian belum memiliki pengalaman sama sekali di dunia film. Bagi sebagian besar anggota tim, produksi Film ‘Anak Babi Bapa’ merupakan pengalaman pertama.
“Pengalaman pertama dan produser film pertama. Awalnya saya diiajak oleh sutradara. Secara pengetahuan, saya lebih banyak mengenal dunia sastra seperti teater dan drama tetapi ini merupakan benang merah yang menghubungkannya ke dunia Film” Tambah Arys.
Sebagai seorang yang bergelut di dunia filsafat, film adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benak Arys Hayon. Namun pengalaman di dunia teater dan drama telah menjadi pengalaman yang membekali dirinya dalam dunia seni. Dunia teater dan drama menjadi semacam jembatan yang menghubungkannya dengan dunia film. Di tengah keterbatasan tersebut, semangat saling membantu menjadi kekuatan utama dalam produksi film. Kerja sama dan kemauan untuk belajar bersama membuat proses penggarapan film terasa lebih mudah untuk dijalani.
Baca juga: Brigita Dona Lebao, Mahasiswi Pertama Pembawa Orasi Ilmiah dalam Sejarah IFTK Ledalero

Misenema: ‘Semut’ Kecil yang Membentuk Tim Besar