Perjalanan produksi Film ‘Anak Babi Bapa’ tidak semuda yang dibayangkan. Arys mengaku mengalami banyak tantangan. Apalagi film ini adalah film pertama bagi mereka. Namun tantangan dalam dunia kreatif tidak menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti berkarya. Di sisi lain, Arys juga mengungkapkan bahwa dalam dunia kreatif seperti dunia film belum banyak diminati sebagian besar orang secara khusus masyarakat di Kabupaten Sikka. Hal tersebut barangkali disebabkan oleh manfaat finansialnya yang belum dirasakan secara langsung. Namun Arys tetap pada komitmennya yang besar untuk terus bergelut di dunia kreatif. Ia tidak henti-hentinya mengajak para pegiat kreatif untuk tidak mudah menyerah hanya karena persoalan finansial
“Teruslah berkarya, jangan putus asa, biarlah karya kita yang berbicara,” Arys menambahkan.
Perjalanan Arys Hayon dan Misenema melalui film ‘Anak Babi Bapa’ menjadi pengingat bahwa sebuah karya tidak selalu lahir dari pengalaman panjang atau tim yang formal. Terkadang, karya justru lahir dan dimulai dari keberanian mengambil risiko, cerita yang dekat dengan kehidupan, orang-orang dekat dan sekelompok orang yang bersedia belajar serta berjalan bersama.
Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.