Misenema: Semut kecil yang Menjadi Rumah Besar
Film ‘Anak Babi Bapa’ karya Yansen Paji ddk diproduksi pada sebuah rumah produksi yang bernama Misenema Production. Misenama mencerminkan sebuah kerja kolaboratif Yansen Paji dkk yang tidak terlepas dari kenyataan yang terjadi selama proses produksi. Selama proses produksi Yansen Paji dkk bahu-membahu menyelesaikan berbagai pekerjaan. Masing-masing orang datang dengan kemampuan yg berbeda-beda: ada yang paham tentang audio, ada yang terampil dalam menggunakan kamera dan ada yang bisa mengatur lighting, dan lain-lain.
“Misenema itu nama rumah produksi kami. Itu penggabungan dari dua kata yakni “mise” dan “sinema”. “Mise” itu kata bahasa Lio yg artinya semut, sedangkan sinema itu merujuk pada seni, medium, sekaligus praktik penciptaan dan pengalaman film sebagai karya audiovisual” tambah Yansen.
Keberhasilan film tersebut secara khusus pada masuknya ke nominasi di ajang 100% Manusia dan Flobamora Film Festival merupakan buah dari kerjasama apik antar pihak. Berawal dari keberanian dan komitmen untuk mencoba sesuatu yang baru, Yansen Paji dkk mampu menyulap Misenama dari sebuah semut kecil menjadi rumah yang besar. Keberhasilan ini membuat Yansen Paji dan kawan-kawan merasa bahagia bukan hanya karena apresiasi dari kedua ajang film tersebut. Yansen melihat adanya pengakuan publik terhadap film yang digarap kurang lebih 5 bulan tersebut.
“Senang dan terharu karena pertama kali memproduksi film dan langsung diterima ke Festival. Diterimanya Film Anak Babi Bapa ini tidak sekedar apresiasi tetapi juga merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan bahwa film tersebut layak untuk ditonton oleh publik” tambah Yansen.
Penerimaan sebuah film dalam sebuah festival merupakan jalan panjang yang tidak mudah. Sebuah film mesti melewati banyak tahapan mulai dari kurasi sampai pada penilaian. Selain itu karakter film tentu harus relate dengan tipe atau karakter festival. Film ‘Anak Babi Bapa’ adalah film pendek yang memenuhi persyaratan tersebut. Karekter film yang dibangun lebih menekankan aspek kemanusiaan yang relate dengan ajang 100 % Manusia dan Flobamora Film Festival adalah basis aksistensialnya.
Kesuksesan Film ‘Anak Babi Bap’a tidak terlepas dari perjuangan melawan tantangan. Sebagai sebuah karya seni, proses produksi film sebuah film pada dasarnya harus memiliki sumber daya yang mantap. Kru setidaknya berpengalaman di dunia film. Namun hal ini tidak dimiliki oleh Yansen Paji dkk. Menurut pengakuan Yansen, dari kru yang ada, hanya satu diantaranya yang sudah cukup berpengalaman di dunia industri film. Selebihnya bermodalkan niat dan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru.