Film ‘Anak Babi Bapa’ Lolos Nominasi Nasional, Yansen Paji: Ini Adalah Film Pertama

"Apakah saya adalah anak domba yang hilang kemudian dicari ataukah anak babi yang mana seperti dalam Kitab Suci  bahwa Yesus memindahkan roh-roh jahat kedalam kawanan babi dan babi itu melompat ke dalam jurang. Tokoh mempertanyakan apakah dia adalah anak domba yang dicari ketika hilang ataukah anak babi yang sekalipun lompat ke jurang tidak akan dicari".
Flyer Film 'Anak Babi Bapa'

Mengapa ‘Anak Babi’? Diksi anak Babi pada film ‘Anak Babi Bapa’ adalah symbol yang disandingan dengan simbol lainnya yakni anak domba. Simbol yang sedang ‘dipermainkan’ dalam film ini adalah anak babi dan anak domba dengan basis referensinya adalah tradisi Geraja Katolik sebagai dua entitas simbol yang kontradiktif. Dasar biblisnya: dalam Kitab Suci  Yesus mengajarkan untuk meninggalkan 99 ekor demi mencari satu anak domba. Sedangkan dalam film ‘Anak Babi Bapa’ terdapat semacam pertanyaan reflektif dari tokoh: apakah saya adalah anak domba yang hilang kemudian dicari ataukah anak babi yang mana seperti dalam Kitab Suci  bahwa Yesus memindahkan roh-roh jahat kedalam kawanan babi dan babi itu melompat ke dalam jurang. Tokoh mempertanyakan apakah dia adalah anak domba yang dicari ketika hilang ataukah anak babi yang sekalipun lompat ke jurang tidak akan dicari.

 

‘Anak Babi Bapa’ : Dari Kamar Kos Menuju 100 % Manusia

Pencapain Film ‘Anak Babi Bapa’ yang disutradarai oleh Yansen Paji dan diproduseri oleh Arys Hayon adalah masuk nominasi pada dua ajang festival film sekaligus yakni 100% Manusia dan Flobamora Film Festival. Pada ajang 100% manusia, film  akan diputar di 3 kota yakni Jakarta, Jogjakarta dan Bali dan teranyar di Flobamora Film Festival yang akan ditayang di Kupang pada akhir Oktober. Mengapa di ajang 100 % Manusia dan flobamora film Festival ? Yansen Paji mengaku bahwa akses menuju kedua ajang ini lebih terbuka. Hal tersebut tidak terlepas juga dari karaketer film yang diproduksi yang sangat relevan dengan ajang film bersangkutan.

“Karena dua ajang film ini cukup mudah untuk dijangkau dan festival yang sudah dikenal. Setelah mengirim Film ini di 2 ajang ini barulah digali sumber-sumber festival dan menemukan cukup banyak festival yang dapat diakses dengan berbagai tema dan karakteristiknya. Karakter film ‘Anak Babi Bapa’ ini sangat  relate dengan kedua ajang film ini dimana, ‘Anak Babi Bapa’ relate dengan Isu kemanusiaan yang menjadi syarat dan karakter khusus di Ajang 100 % Manusia dan Flobamora Film Festival adalah basis eksistensialnya.” Ungkap Yansen Paji.

Hal ini menjadi alasan utama mengapa harus ke 100 % Manusia dan Flobamora Film Festival. Namun tidak menutup kemungkinan film ini akan dieksplorasi lebih jauh dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku dalam dunia festival.

 

Halaman: 12345

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru