Film ‘Anak Babi Bapa’ Lolos Nominasi Nasional, Yansen Paji: Ini Adalah Film Pertama

"Apakah saya adalah anak domba yang hilang kemudian dicari ataukah anak babi yang mana seperti dalam Kitab Suci  bahwa Yesus memindahkan roh-roh jahat kedalam kawanan babi dan babi itu melompat ke dalam jurang. Tokoh mempertanyakan apakah dia adalah anak domba yang dicari ketika hilang ataukah anak babi yang sekalipun lompat ke jurang tidak akan dicari".
Flyer Film 'Anak Babi Bapa'

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM– Film ‘Anak Babi Bapa’ karya Yansen Paji dkk berhasil menggemparkan pencinta film tana air. Film yang diproduksi oleh Misenema Production dan diproduseri oleh Arys Hayon ini berhasil masuk nominasi dalam dua ajang film sekaligus yakni 100 % Manusia dan Flobamora Film festival. Pada ajang 100% Manusia, Film ‘Anak Babi Bapa’ akan diputar di 3 kota yakni Jakarta, Jogjakarta dan Bali. Sedangkan pada Flobamora Film Festival, Film ini akan ditayang di Kupang pada akhir Oktober.

 

Inisiasi Awal  ke Dunia Film

Baca juga: Sumpah Pemuda Di Tengah Pergantian Estafet Kepemimpinan Osis SMP Marsudirini Bogor

Inisiasi awal film ‘Anak Babi Bapa’ bermula dari kesulitas memproduksi skript film sebelumnya yang berjudul ‘Maria’. Yansen Paji selaku sutradara mengaku bahwa pola pendekatan dalam sebuah film sangat mempengaruh proses produksinya. Metode Pendekatan yang tidak efesien akan menentukan sukses dan tidaknya sebuah film. Pendekatan yang kurang efesien dalam film Maria telah menenentukan bagaimana kesudahan proses produksinya.

Kegagalan pada Film Maria memacu Yansen Paji untuk berpikir keras. Puncaknya adalah perubahan metode pendekatan yang mempertimbangkan efektivitas proses produksi seperti sumber daya yang cepat diakses yang meliput tempat, actor dan hal-hal teknis lainnya. Hal ini merambah sampai pada kontak cerita yang mau dibangun atau digarap. Dari metode pendekatan yang baru munculah sebuah kesadaran untuk memulai melihat persoalan yang paling dekat dimulai dari kepekaan melihat situasi, dialog antar sesama dalam lingkup kehidupan setiap hari yang pada akhirnya dialog tersebut mengerucut pada persoalan: bagaimana menjadi seorang eks frater dan pandangan orang terhadapnya. Dialog tersebut juga pada akhirnya melahirkan persepsi bahwa setiap eks frater mengalami persoalan yang berfariasi, dari penerimaan sampai pada penolakan. Fenomena ini yakni penerimaan dan penolakan mendorong dan mengantar Yansen Paji, Sutradara film ‘Anak Babi Bapa’, untuk melakukan riset lebih mendalam dengan basisnya penelitian adalah kehidupan di kos dimana Sutradara tinggal dan berinteraksi dengan teman-teman yang notabene merupakan mahasiswa IFTK Ledalero sekaligus eks frater dari seminari/biara-biara terdekat.

‘Anak Babi Bapa’

Baca juga: Brigita Dona Lebao, Mahasiswi Pertama Pembawa Orasi Ilmiah dalam Sejarah IFTK Ledalero

Persoalan yang dihadapi oleh anak kos pasca keluar seminari/biara dan pandangan orang, baik itu orang terdekat maupun yang lainnya sampai pada relasi dalam keluarga, merupakan persoalan yang relate dan riil. Yansen Paji melihat adanya pola yang selalu sama yang dihadapi oleh para mahasiswa yang merupakan eks frater yang memilih tinggal dan hidup di kos bahwasannya lazim terjadi penolakan, perubahan status dan cara pandangan yang berbeda, dari pengagungan yang luar biasa menjadi pengucilan dan penolakan. Hal senada hampir dialami sebagian besar mahasiswa eks frater. Fenomena yang terjadi adalah selalu terjadi benturan antara pilihan yang diambil dan keinginan orang tua. Ini merupakan sebuah riset sederhana yang dibangun melalui obrolan lepas antar anak kos. Hasil obrolan kemudian dipetahkan per persoalan, membuat synopsis dan kemudian ditulis menjadi skript yang pada akhirnya menjadi hidangan audiovisual yang berjudul ‘Anak Babi Bapa’.

Halaman: 12345

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru