Film Jungga Jadi Cermin Generasi Z: Tradisi, Modernitas, dan Ancaman Melemahnya Nalar di Era AI

Muhtadi menilai mahasiswa tetap membutuhkan proses membaca, menulis, berdiskusi, melakukan observasi, serta mengalami langsung realitas sosial. Baginya, proses tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk kemampuan berpikir dan kedewasaan intelektual.

Digital Bukan untuk Dihindari, tetapi Digunakan secara Bijak

Muhtadi juga menyinggung dampak platform digital terhadap kehidupan generasi muda, termasuk persoalan kesehatan mental.

Ia menegaskan bahwa teknologi digital tidak harus dijauhi. Persoalannya terletak pada bagaimana manusia menggunakan teknologi tersebut secara sadar dan proporsional.

“Platform digital juga sangat berimplikasi pada kesehatan mental. Bukan berarti platform digital ini harus dihindari, melainkan digunakan dengan baik,” tegasnya.

Menurut dia, mahasiswa perlu membangun kemampuan untuk mengendalikan teknologi, bukan justru membiarkan teknologi mengendalikan pola pikir dan kehidupan mereka.

Film sebagai Jalan Membaca Realitas Masyarakat

Sementara itu, Dr. Dedi Fahrudin, M.I.Kom., menyambut positif pemutaran film tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.

Halaman: 12345

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru