Ia mengatakan kegiatan tersebut memiliki relevansi langsung dengan mata kuliah yang berkaitan dengan naskah film dan produksi film dokumenter.
“Pertama, kita akan belajar bagaimana membuat sebuah karya atau produksi film. Kebetulan ini mata kuliah Naskah Film dan Produksi Film Dokumenter,” kata Dedi.
Ia mengaku senang ketika mendapat informasi mengenai agenda pemutaran film tersebut karena kemudian dapat memasukkannya ke dalam agenda perkuliahan.
“Saya sangat senang karena diinformasikan untuk pemutaran film ini sehingga kita memasukkan ke dalam agenda kuliah kelas. Di mata kuliah ini kita kedatangan tamu yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurut Dedi, ruang teater di kampus tersebut menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan proses akademik dengan karya audiovisual dan realitas sosial.
Mahasiswa Jangan Hanya Bergelut dengan Teks
Dedi menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada aktivitas membaca teks, menyusun jurnal, dan menghasilkan tulisan akademik.