Paskalis mengapresiasi kunjungan petani dari Pesisir Selatan yang tidak hanya melakukan diskusi di dalam ruangan, tetapi juga turun langsung ke lahan untuk berbagi pengetahuan dan melakukan praktik bersama.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi petani TTU sekaligus membuka ruang untuk saling belajar mengenai teknik pertanian yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Kesan saya, kunjungan dari Pesisir Selatan sangat baik karena mereka turun langsung ke lokasi. Kami bisa saling tukar ilmu dan langsung mempraktikkan cara menanam yang lebih berkembang,” ujarnya.
Ia berharap penerapan teknologi berbasis jerami dan eco enzyme dapat terus dikembangkan sehingga petani memiliki alternatif dalam mengelola lahan secara menetap, meningkatkan kesuburan tanah, serta mengurangi ketergantungan terhadap praktik tebas bakar.
Pengembangan kebun percontohan juga diharapkan menjadi ruang belajar bagi kelompok tani lain di TTU untuk mencoba dan mengevaluasi metode pertanian yang sesuai dengan kondisi lokal.
Cara Mengolah Jerami dengan Ecoenzyme
Paskalis membeberkan cara membuat dan menggunakan jerami sebagai mulsa yang dipadukan dengan eco enzyme untuk lahan pertanian, garis besarnya seperti ini: