Selama sekitar dua minggu pengamatan, tanaman yang menggunakan jerami dinilai masih terlihat segar meski cuaca cukup panas.
Sebagai pembanding, Paskalis juga mengamati tanaman yang tidak menggunakan jerami. Menurut pengamatannya, tanaman tanpa jerami lebih cepat mengalami kelayuan ketika terkena panas.
“Walaupun baru dua minggu kami amati dan cuacanya cukup panas, tanaman yang menggunakan jerami tetap bertahan dan terlihat segar. Ini yang sedang kami amati dan buktikan,” ujarnya.
Paskalis menegaskan hasil percobaan tersebut masih perlu diamati lebih lanjut. Lahan tersebut juga akan dikembangkan sebagai kebun percontohan kelompok tani.
Jika hasilnya dinilai baik, praktik tersebut akan dibagikan kepada kelompok tani lainnya di TTU.
“Kami tetap berjuang dan membuktikan hasilnya. Kalau nanti hasilnya baik, lahan ini bisa menjadi kebun contoh dan selanjutnya kami publikasikan kepada kelompok tani yang lain,” katanya.
Petani Saling Bertukar Pengetahuan