Upaya Jaga Kesuburan Tanah dan Atasi Pola Pertanian Berpindah, Petani Banain TTU Uji Teknologi Jerami dan Eco Enzyme

Menurut Paskalis, selama ini sebagian masyarakat di Banain atau TTU secara umum masih membuka lahan dengan cara membakar. Setelah tanaman dipanen, lahan kemudian ditinggalkan dan masyarakat kembali membuka lahan baru.
Kelompok Tani Berkasih di Desa Banain C, TTU, mengikuti pelatihan hari kedua terkait penerapan teknologi jerami dan eco enzyme sebagai alternatif mengurangi praktik tebas bakar dan pertanian berpindah-pindah di Bes'ana, Desa Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, 1 Oktober 2026.

Selama sekitar dua minggu pengamatan, tanaman yang menggunakan jerami dinilai masih terlihat segar meski cuaca cukup panas.

Sebagai pembanding, Paskalis juga mengamati tanaman yang tidak menggunakan jerami. Menurut pengamatannya, tanaman tanpa jerami lebih cepat mengalami kelayuan ketika terkena panas.

“Walaupun baru dua minggu kami amati dan cuacanya cukup panas, tanaman yang menggunakan jerami tetap bertahan dan terlihat segar. Ini yang sedang kami amati dan buktikan,” ujarnya.

Paskalis menegaskan hasil percobaan tersebut masih perlu diamati lebih lanjut. Lahan tersebut juga akan dikembangkan sebagai kebun percontohan kelompok tani.

Jika hasilnya dinilai baik, praktik tersebut akan dibagikan kepada kelompok tani lainnya di TTU.

“Kami tetap berjuang dan membuktikan hasilnya. Kalau nanti hasilnya baik, lahan ini bisa menjadi kebun contoh dan selanjutnya kami publikasikan kepada kelompok tani yang lain,” katanya.

Petani Saling Bertukar Pengetahuan

Halaman: 1234567

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru