Pengetahuan mengenai pemanfaatan jerami diperoleh Paskalis saat mengikuti pelatihan pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Pengetahuan tersebut kemudian dibawa pulang dan dicoba diterapkan di lahan pertanian kelompok tani di TTU. Dalam praktiknya, jerami dari Pesisir Selatan dipadukan dengan eco enzyme yang dikembangkan di TTU.

Kelompok Tani Berkasih di Desa Banain C, TTU, mengikuti pelatihan hari kedua terkait penerapan teknologi jerami dan eco enzyme sebagai alternatif mengurangi praktik tebas bakar dan pertanian berpindah-pindah di Bes’ana, Desa Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, 1 Oktober 2026.
“Dari pelatihan di Sumatera Barat, saya belajar bagaimana jerami dimanfaatkan di lahan. Sekarang kami mencoba mengawinkan atau memadukan jerami dari Pesisir Selatan dengan eco enzyme dari TTU,” katanya saat dihubungi media ini pada 1 Oktober 2026.
Masih Tahap Uji Coba
Penerapan teknologi tersebut masih dalam tahap uji coba. Paskalis dan kelompok taninya terus mengamati perkembangan tanaman untuk mengetahui efektivitas penggunaan jerami dan eco enzyme.