Petrus mendorong penguatan forum pemuda lintas agama, Safari Moderasi, serta peran penyuluh agama dalam membangun kesadaran umat untuk memahami ajaran agama sekaligus menerima perbedaan.
Sementara itu, Wakil Ketua I FKUB Flores Timur Ahmad Bethan menekankan pentingnya kepedulian yang tulus dan ajaran kasih sebagai dasar memperkokoh keberagaman. Ia mengatakan keberagaman perlu dipandang sebagai sistem nilai, sedangkan cinta kemanusiaan menjadi dasar moral dalam membangun kehidupan bersama. “Keberagaman adalah sistem nilai, cinta kemanusiaan adalah sistem moral, dan keberlanjutan bangsa adalah ikhtiar,” ujarnya.
Wakil Ketua II FKUB Flores Timur Ferlominggus B menyoroti tantangan kerukunan di ruang digital. Ia meminta pemuda menjadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab dengan menyaring informasi sebelum membagikannya.
“Jangan produksi kebohongan. Saring sebelum share,” tegasnya.
Menurut dia, kesadaran terhadap ajaran agama harus berjalan bersama dengan kesadaran kemanusiaan sehingga perbedaan keyakinan tidak menghalangi kerja bersama dalam aksi kemanusiaan universal.
Dalam sesi dialog, peserta turut menyampaikan persoalan yang dihadapi, antara lain keterbatasan ruang perjumpaan pemuda lintas agama, munculnya prasangka akibat perbedaan pemahaman, serta penyebaran informasi provokatif dan hoaks melalui media sosial. Peserta kemudian merekomendasikan penguatan dialog lintas agama, pembentukan ruang bersama bagi pemuda, serta pengembangan dialog karya melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pemuda dari berbagai agama juga didorong untuk saling hadir dalam kegiatan sosial serta memanfaatkan media sosial sebagai ruang kampanye kerukunan.
Kegiatan Dialog dan diskusi panel tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, dengan mendorong pemuda lintas agama menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan bangsa yang damai dan berkelanjutan. (Apol S. )
