Rumah Retak, Bak Air Pecah: Warga Dobo Masih Bertahan di Luar Rumah

Dusun Dobo dihuni sekitar 33 kepala keluarga dengan 28 rumah. Sejumlah rumah terdampak gempa mengalami kerusakan pada bagian dinding. Sebagian warga memilih tetap berada di luar rumah karena khawatir bangunan yang telah retak tidak lagi aman untuk ditempati.

Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian warga masih memilih mengungsi di luar rumah. Trauma pascagempa membuat ruang terbuka menjadi pilihan yang dianggap lebih aman, meski kondisi pengungsian jauh dari layak.

Bagi warga Dobo, persoalan pascagempa kini datang berlapis. Rumah yang retak membuat mereka kehilangan rasa aman, sementara bak penampungan yang pecah membuat akses terhadap air bersih ikut terganggu.

Di tengah kondisi tersebut, warga tidak banyak meminta. Mereka membutuhkan tempat berlindung, air bersih dan perhatian agar kebutuhan paling dasar dapat terpenuhi.

Bagi Sergius dan warga Dobo, kehadiran pemerintah bukan semata soal bantuan. Mereka ingin ada pihak yang datang melihat langsung kondisi mereka dan memastikan warga terdampak tidak dibiarkan menghadapi masa sulit seorang diri.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru