Rumah Retak, Bak Air Pecah: Warga Dobo Masih Bertahan di Luar Rumah

Dusun Dobo dihuni sekitar 33 kepala keluarga dengan 28 rumah. Sejumlah rumah terdampak gempa mengalami kerusakan pada bagian dinding. Sebagian warga memilih tetap berada di luar rumah karena khawatir bangunan yang telah retak tidak lagi aman untuk ditempati.

“Di sini tidak ada mata air. Kami hanya mengandalkan air hujan dan kalau tidak ada, kami beli dari tangki,” ujarnya.

*Masih Menunggu Sentuhan Pemerintah*

Sergius mengatakan hingga kini warga terdampak di Dobo belum mendapatkan bantuan dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Sikka.

Bantuan yang baru diterima warga, kata dia, berasal dari komunitas AMAN dan Caritas.

“Kami sampai sekarang belum mendapat sentuhan dari pemerintah desa maupun kabupaten. Bantuan yang sudah kami terima baru dari komunitas AMAN dan Caritas,” katanya.

Sergius mengatakan kondisi rumah warga membuat mereka belum berani kembali tidur di dalam rumah. Rumah-rumah yang mengalami keretakan disebut membuat warga terus dihantui kekhawatiran jika terjadi gempa susulan.

“Rumah batu, seluruh dindingnya pecah. Kami masih takut masuk dan tidur di dalam rumah,” ujar Sergius saat ditemui di kediamannya di Dobo.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru