PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Langkah kaki Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyusuri sudut-sudut Posko Pengungsian Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di bawah tenda-tenda darurat, JK datang menyapa langsung ratusan warga terdampak bencana gempa yang hingga kini masih berjuang mengikis trauma.
Suasana haru dan hangat langsung menyelimuti dialog tatap muka tersebut. Meski sebagian kondisi bangunan rumah pengungsi dikategorikan hanya mengalami keretakan ringan, rasa trauma mendalam membelenggu mereka untuk kembali. Bayang-bayang ketakutan akan gempa susulan yang mengintai di kegelapan malam menjadi alasan utama warga memilih bertahan di pengungsian.
“Kalau kami pulang sebentar, hati kami masih berdebar-debar. Malam terjadi apa-apa,” tutur seorang pengungsi menyampaikan kecemasannya langsung kepada JK.
Baca juga: Kasus Dugaan Pencurian Cincin di Sikka Berakhir Damai, Terlapor Minta Maaf
Rasa cemas itu melipat ganda ketika mengingat keselamatan anggota keluarga yang rentan. “Kalau sampai di rumah kami punya hati sudah deg-deg begitu… Apalagi ada cucu, anak-anak kecil semua, bayi-bayi. Yang kami takutkan ini,” tambah warga lainnya.
Menanggapi ketakutan warga, JK menyampaikan duka cita mendalam seraya menguatkan mental para pengungsi. Menurutnya, kewaspadaan di wilayah rawan bencana memang mutlak diperlukan, namun roda kehidupan harus perlahan digerakkan kembali seiring berjalannya masa rehabilitasi.
“Yang penting untuk sekarang ini harus rehabilitasi dan juga perbaikan kehidupan, kembali pekerjaan nanti pada waktunya. Anak-anak sekolah tentu kembali ke sekolah, perbaikan-perbaikan semuanya,” tegas JK.
Baca juga: Di Hadapan Presiden Prabowo, Gubernur NTT Paparkan Kebijakan 'Bon Dulu, Pemprov Bayar
Dalam kesempatan tersebut, JK memastikan bahwa bantuan logistik kemanusiaan terus mengalir tanpa henti. PMI telah mengerahkan kapal bantuan dari Labuan Bajo untuk mendistribusikan kebutuhan dasar ke seluruh wilayah Flores.
