“Pasca gempa kami mengalami trauma, kami juga kekurangan air bersih. Kami bersyukur relawan Kawan Gibran memberikan sembako kepada kami yang terdampak. Harapan kami, ke depannya pemerintah dapat membantu memperbaiki rumah kami yang sudah rusak ini,” ungkapnya sambil menahan tangis.
Sementara itu, Perangkat Desa Iligai, Hendrikus Hen, atas nama Pemerintah Desa Iligai mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada relawan Kawan Gibran atas perhatian dan bantuan yang telah disalurkan kepada warganya. Ia menjelaskan bahwa tercatat 99 Kepala Keluarga yang terkena dampak gempa di desanya. Sejak terjadinya gempa pada 15 Agustus lalu, warga tersebut masih bertahan mengungsi di posko-posko mandiri.
“Atas nama Pemerintah Desa Iligai, kami mengucapkan terima kasih kepada relawan Kawan Gibran yang telah memberikan bantuan kepada warga masyarakat kami yang terdampak gempa bumi. Selama ini mereka berada di posko pengungsian mandiri sejak 15 Agustus sampai sekarang. Harapan kami kepada Kawan Gibran, semoga ke depannya dapat kembali memberikan bantuan-bantuan dalam bentuk paket kebutuhan lainnya,” pungkas Hendrikus Hen.
Bantuan yang disalurkan Kawan Gibran diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang masih bertahan di posko pengungsian, sekaligus menjadi dorongan agar pihak terkait segera merespons kebutuhan mendesak warga, termasuk perbaikan rumah yang rusak, ketersediaan air bersih, dan kebutuhan hidup lainnya.
Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.