Very Awales menambahkan, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael, SE, bersama Tim Literasi Disarpus Sikka.
“Kami menggerakkan Tim Literasi Disarpus untuk hadir langsung di tengah anak-anak pengungsi. Ini adalah bagian dari pelayanan pemerintah, bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik masyarakat terdampak bencana, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan psikososial, khususnya bagi anak-anak,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan trauma healing dapat membantu anak-anak melewati masa sulit pascabencana dengan lebih kuat dan tetap memiliki semangat untuk belajar.
“Kami ingin anak-anak tetap tersenyum, tetap membaca, tetap bermain dan tetap memiliki harapan. Bencana boleh membuat kita berhenti sejenak, tetapi tidak boleh mematikan semangat anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan,” pungkas Very Awales.