Pelatih Perse Ende, Gusto Kadju, menyampaikan rasa syukur sekaligus penilaian atas penampilan anak asuhnya.
“Umur pemain kami rata-rata 17 tahun, bahkan ada yang masih berusia 16 tahun. Jika melihat pertandingan-pertandingan sebelumnya, Citra Bakti memang lebih diunggulkan dan memiliki peluang lebih besar. Namun kami sadar bahwa apa pun bisa terjadi dalam sepak bola. Siapa pun lawan yang muncul dari laga lain, kami siap memperbaiki diri dan tampil lebih baik di semifinal nanti. Kami juga akan mengevaluasi setiap posisi yang masih perlu diperbaiki agar persiapan lebih matang,” ujar Gusto usai pertandingan.
Sementara itu, Kapten Perse Ende, Jose Parus, mengakui laga berjalan berat.
“Intensitas permainan cukup tinggi dan cuaca cukup panas. Kami berusaha bermain tenang dan sedikit beradaptasi dengan kondisi lapangan. Yang terpenting, kami merasa sangat bahagia karena berhasil melangkah ke babak semifinal,” ungkapnya penuh sukacita.
Di sisi lain, Pelatih Persada Sumba Barat Daya, Paul Kandidus Gilo, mengakui anak didiknya telah berjuang maksimal namun faktor alam ikut berperan.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Angin yang cukup kencang menjadi tantangan tersendiri. Namun sayangnya, Dewi Fortuna belum berpihak kepada kami hari ini,” tuturnya dengan nada lembut.
Senada dengan itu, Kapten Persada Sumba Barat Daya, Markus Apriola Bili nomor punggung 7, juga menyoroti kondisi cuaca.