Menanggapi ketegangan di pinggir lapangan terkait kepemimpinan wasit, Gusto menilai hal tersebut sebagai dinamika wajar dalam sepak bola. “Normal ya, namanya manusia pasti ada kesalahan. Tapi secara umum fair, semua berjalan aman dan nyaman.”
Tembok Kokoh Perse Ende Mentalkan 15 ‘Shot on Target’ Persami
Di kubu tuan rumah, kekalahan ini menjadi pukulan telak sekaligus bahan evaluasi besar. Persami Maumere tampil sangat dominan menggempur pertahanan Perse Ende usai tertinggal gol cepat, namun penyelesaian akhir menjadi mimpi buruk bagi Laskar Nian Tana.
Pelatih Persami Maumere, Dasri Hairil, menyebut faktor terburu-buru dan kecemerlangan kiper lawan menjadi penyebab utama timnya gagal mencetak gol penyama kedudukan.
”Anak-anak kaget dengan gol cepat lawan dan mulai membangun ritme terlalu terburu-buru. Saya akui pertahanan Perse Ende luar biasa, terutama kiper mereka. Ada sekitar 15 shot on target yang berhasil digagalkan,” ungkap Dasri.
Dasri juga menyoroti kegagalan eksekusi penalti dan beberapa peluang emas yang dibuang timnya. Namun, ia tidak menyalahkan pemainnya. “Tensi pertandingan sangat tinggi sehingga Klaus terburu-buru mengambil penalti. Ini bukan kesalahan kapten, tapi pelajaran berharga bahwa saat tertinggal kita tidak boleh bermain panik.”
Terkait aksi protes keras yang sempat disampaikannya kepada perangkat pertandingan, Dasri menilai hal itu wajar karena menganggap ada dua momen handball yang seharusnya berbuah penalti.