“Seluruh kegiatan hari pertama berlangsung lancar sesuai jadwal. Sebelum apel pembukaan, peserta didik baru terlebih dahulu diterima melalui prosesi adat Huler Wair. Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi mengandung doa, harapan, dan pesan moral agar anak-anak memiliki semangat belajar, menjaga karakter yang baik, serta mampu menyelesaikan pendidikan di SMKN Habibola,” katanya.
Ia berharap MPLS menjadi titik awal bagi peserta didik untuk membangun kedisiplinan dan mengenali potensi diri.
“Kami ingin peserta didik cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya belajar, menghormati guru, serta menemukan minat dan bakatnya. Sekolah akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar mereka memiliki kompetensi dan siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Anggelinus.
Sementara itu, Ketua Komite SMKN Habibola, Fransiskus Moa, S.Pd., mengingatkan para peserta didik baru agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pendidikan. Menurutnya, sekolah telah berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi para guru.
“Anak-anak harus bangga menjadi bagian dari SMKN Habibola. Gunakan kesempatan belajar ini dengan sungguh-sungguh karena tidak semua orang memperoleh peluang yang sama. Belajarlah dengan disiplin, hormati guru dan orang tua, serta jadikan sekolah sebagai tempat membangun masa depan,” ujarnya.
Fransiskus berharap seluruh peserta didik memiliki tekad untuk menyelesaikan pendidikan hingga tamat dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal kehidupan.
“Kami berharap anak-anak yang memulai langkah di sekolah ini mampu bertahan sampai lulus. Guru-guru kami terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan agar dapat memberikan pendidikan terbaik. Karena itu, belajarlah dengan tekun, bangun karakter yang baik, dan persiapkan diri menjadi generasi yang terampil, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan daerah,” tutupnya.