PERSPEKTIFNUSANTARA.COM──Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPTI) Wilayah NTT menggelar musyawarah Wilayah (Muswil) ke-2 dan Bimbingan Teknis Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi 2026 (6 komponen) di Universitas Flores, Ende, pada 18-20 Juni 2026. Agenda yang dilaksanakan tersebut yakni Muswil dan bimbingan akreditasi diinisiasi langsung oleh FPPTI Wilayah NTT bekerjasama dengan Universitas Flores dengan bertemakan: Berjejaring menuju optimalisasi peran perpustakaan perguruan tinggi di NTT yang berdaya saing sebagai pusat sumber belajar dan riset berbasis teknologi. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan 16 Perguruan Tinggi dan Universitas yang merupakan anggota aktif FPPTI Wilayah NTT. Hadir pula pada kegiatan ini diantaranya Rektor Universitas Flores, Dr. Willibrordus Lanamana S.E., M.M.A, Asisten 2 Sekda Ende, Bapak Martinus Satban S.Sos., M.SI, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende, secara daring, Ketua Umum FPPTI, Mariyah S.Sos., M.Hum.
FPPTI adalah sebuah forum atau wadah yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sejak tahun 2000 yang bertujuan untuk membantu perpustakaan perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yakni penelitian, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat melalui prinsip Sharing, Caring, dan networking.
Ibu Mariyah S.Sos., M.Hum., selaku ketua umum FPPTI dalam sambutannya menegaskan bahwa perpustakaan tidak bisa lagi dianggap sebagai gudang, bertumpuknya segala jenis buku tetapi sudah semestinya bertransformasi menjadi pusat sumber belajar, riset dan diseminansi ilmu. Transformasi menjadi hal mutlak yang tidak dapat dielakkan.

“Perpustakaan bukan lagi gudang tumpukan buku-buku tetapi telah bertransformasi menjadi pusat sumber belajar, riset dan diseminasi ilmu yang mana melalui prinsipnya yakni Sharing, Caring dan Networking akan menjadi titik star dimana kita tidak menjadi penonton atas perubahan atau tranformasi melainkan pemain atasnya”. Tegasnya.
Baca juga: Menjaga Komodo, Menjaga Pariwisata: Perspektif Pemandu Wisata terhadap Sistem Kuota
Tidak menjadi wacana abal-abalan jika komitmen terhadap perkembangan perpustakaan menjadi sesuatu yang mutlak dilaksanakan. Ibu Mariyah S.Sos.,M.Hum juga menegaskan bahwa sudah saatnya pustakwan bertranformasi menjadi negosiator dan penggerak serta membantu meningkatkan visibilitas riset.