Namun tak ada lagi suara yang beradu dengan angin,
Tak ada lagi tawa yang menyalakan halaman.
Waktu berjalan seperti sungai yang tak menoleh,
Mengangkut nama-nama ke muara keabadian.
Kami berdiri di tepinya dengan tangan hampa,
Menyaksikan bayang-bayang menjauh bersama arus.