PERGI |Antologi Puisi |MARTIN MELI

"Masih kuingat suara yang akrab di telinga,

Canda yang membuat hari-hari terasa ringan.

Kini semuanya tinggal gema kenangan,

Hadir sesaat lalu menghilang dalam sepi".
Martin Meli, Penulis. Berasal dari Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Saat ini ia adalah mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero yang menekuni studi Teologi. Ia memiliki minat pada dunia pendidikan, refleksi iman dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Keluarga ini mungkin tak lagi utuh seperti dahulu,

Tetapi cinta yang pernah tumbuh tak ikut pergi.

Ia tinggal dalam doa, dalam ingatan,

Dan dalam rindu yang akan kami bawa seumur hidup.

SILSILAH YANG GUGUR

Pada dinding rumah tua itu,

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru