Kita mengukir
Rintihnya yang tak enggan pergi
Dan jatuhnya yang tak ingin lenyap
Namun masih ada harap
Itu adalah kepastian
Pagi
Alasan aku menunggu pagi datang
Karena aku terlampau jauh
Memanjakanmu
Saat malam melukis mimpimu
Dan aku yang menggerayangimu
Tatkala fajar membuka kelopak matamu
Dan burung bernyanyi untukmu
Demikian untuk larutnya yang lewat
Bukankah menunggu
Adalah sepersekian waktu terbaik
Memerah rindu yang membeku diujung talas?
Sehingga jika pagi kau kisahkan lewat tatapmu
Maka dalam pagi masih ada inginku tentangmu
Dan hari ini
Kita langkahi dengan selekas pandang menjauhi fajar meminang hari baru bercinta dengan mentari.