Antologi Puisi || Erwin Pitang||

Penulis: Erwin Pitang

Kita mengukir
Rintihnya yang tak enggan pergi
Dan jatuhnya yang tak ingin lenyap
Namun masih ada harap
Itu adalah kepastian

 

 

Pagi

Alasan aku menunggu pagi datang
Karena aku terlampau jauh
Memanjakanmu
Saat malam melukis mimpimu
Dan aku yang menggerayangimu
Tatkala fajar membuka kelopak matamu
Dan burung bernyanyi untukmu

Demikian untuk larutnya yang lewat
Bukankah menunggu
Adalah sepersekian waktu terbaik
Memerah rindu yang membeku diujung talas?
Sehingga jika pagi kau kisahkan lewat tatapmu
Maka dalam pagi masih ada inginku tentangmu

Dan hari ini
Kita langkahi dengan selekas pandang menjauhi fajar meminang hari baru bercinta dengan mentari.

Halaman: 12345

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru