Antologi Puisi || Erwin Pitang||

Penulis: Erwin Pitang

 

Doa
__
Adalah saat paling hening
Kala mata terpejam
Kedua tangan terkatup rapat
Lalu jiwa hanyut dalam sembahyang
Ada nada-nada syukur dilantunkan dalam diam
Ada yang memohon dengan raut wajah mengharap iba hingga air mata menganak sungai
Ada yang meminta dengan keyakinan dan sesekali tersenyum sebab kepercayaan tak Mungkin sia-sia
Kemudian segalanya dihatur dalam kata Amin.

Suatu sore

Aku menjemputmu
Bertengger di daun jendela bisu
Memanjakanmu dalam tatap nun jauh di sana
Memenjarakanmu dalam ingatanku

Lalu datanglah petang
Menjemput sunyi dengan tertelan tatap yang menghitam
Namun kau masih saja sama
Menari indah pada memori yang enggan tertelan malam yang kian mendekat

(Di sore hari sehabis istirahat siang bayang bayang hujan)

 

Halaman: 12345

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru