Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 10: 11 – 18, yakni Gembala yang baik. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
_Pertama_, *kita adalah domba*. Domba yang dipilih, ditebus, dan digembalakan oleh KASIH Yesus. Kita mengenal suara-Nya dan mengikuti jejak-Nya. Namun panggilan kita tidak berhenti di situ. Lalu, _Kedua_ sebagai murid Yesus, kita juga dipanggil *menjadi gembala*.
Gembala bagi keluarga, rekan kerja, murid, atau siapa pun yang Tuhan percayakan dalam kawanan kecil kita. Menjadi gembala berarti mengambil bagian dalam Tri tugas Kristus, yakni sebagai: imam, nabi, dan raja. Dan itu dimulai dari diri sendiri, menggembalakan HATI, PIKIRAN, dan HIDUP kita sendiri, baru kemudian bagi sesama. Tantangannya besar. Dunia mengajarkan membalas yang jahat dengan yang jahat, dan baik hanya kepada yang baik. Tetapi Yesus, Gembala yang baik, bagi orang yang baik dan orang yang jahat.
Dia tetap mengasihi bahkan ketika Dia ditolak, dilawan, dan disakiti. Ia berdoa bagi yang menyalibkan-Nya. Itulah TELADAN bagi kita, bahwa: gembala yang baik, tidak pilih KASIH, yang membalas kejahatan dengan kebaikan, dan yang mengasihi tanpa syarat.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, kita bukan hanya sebagai domba yang taat, tetapi juga sebagai gembala yang baik. Murid Kristus dipanggil untuk hidup sebagai imam yang mempersembahkan diri, nabi yang bersaksi dengan kebenaran, dan raja yang memimpin dengan KASIH. Mari, kita hidup sebagai domba yang setia sekaligus gembala yang baik. Dunia membutuhkan gembala yang tidak berhenti berbuat baik, bahkan kepada domba yang paling sulit, nakal sekalipun.
Pertanyaan Refleksi
