Keuskupan Atambua memperoleh kuota sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 40 orang OMK dan 10 orang pendamping atau moderator. Distribusi peserta akan dibagi ke dalam empat dekenat, masing-masing mendapatkan alokasi 10 orang OMK.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi maupun pemindaian kode QR yang telah disediakan panitia. Batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 30 April 2026, sehingga para calon peserta diimbau untuk segera melengkapi seluruh persyaratan.
Komisi Kepemudaan juga mengajak para pastor dan moderator OMK untuk aktif mendampingi serta merekomendasikan peserta dari paroki masing-masing. Dukungan ini dinilai penting dalam memastikan kualitas dan kesiapan peserta yang akan diutus.
OMK sebagai pilar Gereja masa kini dan masa depan memiliki peran strategis dalam menghadirkan nilai-nilai iman di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Melalui kegiatan seperti Nusra Youth Day, OMK tidak hanya dibentuk secara spiritual, tetapi juga diasah dalam kepemimpinan, solidaritas, dan semangat pelayanan.
Partisipasi OMK dalam forum regional ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Katolik yang tidak hanya aktif di lingkungan gereja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan iman yang kokoh, OMK Keuskupan Atambua diharapkan tampil sebagai wajah Gereja yang hidup, dinamis, dan relevan.
Klik link ini untuk mendapatkan informasi terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.
