Mazmur Tanggapan :
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Bacaan Injil Markus 16:15-20
Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
RENUNGAN
Ketika kau dibekali dengan cinta, yang ada padamu takkan pernah habis.
Bacaan-bacaan pada hari ini secara tegas dan jelas menuntut sikap iman: rendah hati dan kesiap-sediaan menanggung tugas tanggung jawab. Hal pertama yakni kerendahan hati ditegaskan secara jelas dalam surat rasul petrus. Ada dua ciri watak manusia yang paling menonjol dan kontradiktif. Kalau tidak rendah hati berarti congkak hati. Rasul Petrus menampilkan secara tegas bahwa yang congkak hati adalah tipikal yang tidak diterima bahkan tidak dikehendaki oleh Tuhan dan kerendahan hati adalah sikap hamba yang didambakan. Ingat Rendah hati tidak menjadikan manusia menjadi kecil tetapi meninggikan martabat menjadi luhur di hadapan Tuhan.
Sedangkan pada bacaan injil, Yesus membekali para murid dengan kuasa yang paling ampuh. Sebelum naik ke Surga, Yesus secara tidak langsung mau mengatakan, Tugasku di dunia telah berakhir. Saatnya kamu yang meneruskan. Hal ini memberi tanda bahwa, mengikuti Dia tidak sekedar ada bersama-Nya tetapi akan tiba saatnya, kepercayaan mutlak akan ditangguhkan kepada para murid. Para murid tidak lagi berada di belakang melainkan di depan dan meneruskan ajaran Yesus. Di atas semuannya,ada satu hal yang tidak mesti terlewatkan, yakni berikan salam kepada siapapu. salam tidak sekedar cium tangan atau teguran tetapi lebih dari pada itu merupakan sikap kepedulian terhadap sesama yang dijumpai.
