Dengan hormat,
Keadaan negeri hari-hari ini semakin gawat ibu,
Jalan rabat yang engkau sediakan untuk kaum hawa yang dulu saat dijajah
Nyatanya- kini separuhnya telah rusak
Ada pelecehan di negeri ini, tubuh tidak lagi suci,
Korupsi ada di mana-mana,
Eksploitasi alam, krisis toleransi semakin yang kian mewajah
Ibu Kartini yang terhormat
Keberanian yang engkau tanam dahulu kalah
Belum sepenuhnya merasa bebas bagi kaum hawa
Ada penyiksaan tubuh di negeri ini
Ngeri sekali!
Hormat kami,
Kaum perampuan
Demikian laporan kami ibu Kartini.
Doa- doa protes
Nomor 02
Prihal: Surat Protes
Kepada yang Maha Kuasa
di-
tempat yang Maha Tinggi
Dengan hormat,
Tuhan membaca puisi kami ini:
TUHAN
Jalan batu yang engkau sediakan untuk kaum hawa,
Telah dihempas oleh isi kepala yang duduk ditahta
Yang ada hanyalah kegelisahan, ketakutan,
Banyak dari antara kami ditindas, dinikmati tubuh kami, tidak diberi makan,
Bahkan mati di negeri orang demi sesuap nasi
Jujurlah kepada kami TUHAN
Kami mau merdeka! Sekarang ini juga.
Bubarlah negeri ini jika hak kami terus di tindas.
Amin.
Biodata Singkat: Felix Riondi Sugar berasal dari Manggarai-Flores, NTT adalah seorang Mahasiswa di Institut Filsafat Teknologi Kreatif Ledalero. Beliau telah giat dalam menulis dibeberapa media lokal maupun pada jurnal ilmiah. Selain itu, Ia telah menerbitkan dua buku dengan judul Langit Pernah Menulis Kita di tubuh Senja (2024) dan Sapu Tangan Tanya? (2025).
Dari Kartini untuk kita
Ada perjuangan panjang di ujung pena
Jeritan hati kecil untuk cinta yang besar
Dibalik sekat yang mengikat ,membatas
Ada ambisi yang sempat
Tak mampu dikekang waktu apalagi mati.
