Sebuah wasiat abadi
Tidak tergerus zaman juga waktu
Emansipasi bergaung polos di sepanjang bumi Pertiwi
Melahirkan cita menumbuhkan cinta
menggantung harapan
Nyata
Sang pahlawan peradaban akhirnya terbit
Melukis sejarah berharap setara, searah
Habis gelap terbitlah terang
Harkat luhur martabat mulia
Bumi Indonesia tersenyum
Bangga
Abadilah Puan dalam jiwa
Ajari kami untuk tak menyerah meskipun kalah
Mengabdikan diri memberi jasa
Meski nanti raga ini tak abadi , setidaknya telah menjadi berarti.
Fransiska Atrince Gamo, berasal dari Maumere,Flores-NTT adalah seorang pustakawati yang mengabdi di satu lembaga pendidikan sekolah dasar di kota Maumere. Memiliki kegemaran menulis, termasuk puisi.
