PERSPEKTIFNUSANTARA.COM — Umat Keuskupan Maumere digemparkan dengan dugaan penganiayaan yang menimpa Pastor Pembantu Paroki Kloangpopot, F.P.A, yang terjadi di rumah duka, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Pastor muda yang belum genap setahun ditahbiskan sebagai imam itu diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah warga setelah melakukan teguran saat misa pemakaman di Paroki Kloangpopot.
Melansir media Tribun Flores, 24 April 2026, Sekretaris Jenderal Keuskupan Maumere, RD. Yakobus Donnisius Migo atau Romo Donnie, menjelaskan bahwa awalnya terjadi keributan di tengah pelaksanaan misa. Korban kemudian menegur para warga yang diduga membuat kegaduhan di area rumah duka.
Baca juga: Jaga Warisan Sejarah, Disarpus Sikka Akuisisi Arsip Statis di Desa Kolisia B
Namun, teguran tersebut tidak diterima oleh sejumlah warga hingga berujung pada dugaan penganiayaan terhadap korban. Para terduga pelaku juga disebut dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol.
Imam muda asal pulau seberang itu dikenal sebagai pribadi yang ramah namun tetap tegas dalam tugas pelayanan imamatnya.
Romo Donnie menegaskan, kasus ini telah dilaporkan melalui kuasa hukum korban, Ephivanus Markus Nale Rimo (Romo Epy), untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca juga: Seorang Polisi di TTU Diduga Jadi Korban Fitnah di Media Sosial, SMSI TTU Angkat Bicara
Ia juga mengimbau umat Katolik agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.
