Dukungan dan nada optimisme juga mengalir dari tokoh masyarakat yang juga mantan Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera. Ia menyampaikan rasa bangganya atas keterwakilan perempuan di pucuk pimpinan birokrasi Sikka dan meyakini kapasitas Femy Bapa tidak perlu diragukan lagi. Rekam jejak pengalaman sebagai ASN yang matang serta latar belakang pendidikan yang kuat menjadi modal utama Femy Bapa dalam menakhodai birokrasi daerah.
Menurut Ansar Rera, ada tiga peran sentral yang harus dijalankan seorang Sekda:
Manajerial: Memimpin dan mengelola jalannya roda pemerintahan serta pelayanan publik secara efektif.
Koordinator: Mengordinasikan seluruh program pembangunan, termasuk menyinergikan langkah bersama instansi vertikal, BUMN, dan BUMD.
Motivator: Menggerakkan semangat ASN dan merangkul masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai tantangan daerah.
Selain itu, Ansar Rera menyoroti pentingnya peran Sekda sebagai jembatan kemitraan yang harmonis antara pihak eksekutif dan legislatif demi kelancaran pembangunan di Kabupaten Sikka.
Pelantikan ini menjadi awal dari babak baru tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sikka, sebuah era di mana kecepatan, profesionalisme, dan kepemimpinan inklusif menjadi fondasi utama dalam melayani masyarakat.