Selain sektor pertanian, kerusakan juga terjadi pada fasilitas air bersih, pelabuhan laut, 22 ruas jalan, serta 13 jembatan.
Kerusakan infrastruktur konektivitas tersebut menjadi persoalan serius karena jalan dan jembatan memiliki fungsi vital untuk mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, pelayanan pemerintahan, sekaligus akses menuju wilayah terdampak bencana.
Tiga Ruas Jalan Berfungsi sebagai Jalur Evakuasi
Pemerintah Kabupaten Nagekeo secara khusus menyoroti tiga ruas jalan utama, yakni Sawu–Mulakoli, Raja–Maunori, dan Kajulaki–Malabai.
Ketiga ruas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi masyarakat, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai jalur evakuasi ketika terjadi bencana.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo meminta dukungan pembiayaan melalui APBN 2026 untuk sedikitnya lima ruas jalan yang telah diusulkan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Sementara empat ruas lainnya diharapkan dapat memperoleh dukungan pembiayaan pada tahun anggaran 2027.