Nagekeo Hadapi Risiko Multi-Bahaya, Wabup Gonzalo Minta Dukungan APBN dan Pembangunan Bandara

"Keberadaan bandara di Nagekeo sangat krusial dan strategis sebagai pusat logistik dan distribusi bantuan kemanusiaan cepat tanggap darurat untuk seluruh wilayah Pulau Flores,” demikian pernyataan Wakil Bupati.

Situasi ini, menurut pemerintah daerah, menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga mengganggu keberlangsungan pelayanan pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat.

Fasilitas Kesehatan Rusak, Pelayanan Dilakukan Darurat

Sektor kesehatan juga menjadi salah satu yang terdampak serius. Kerusakan meliputi RSUD, RSUDP, sembilan Puskesmas, serta 93 Pustu/Polindes. Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus dilakukan melalui skema darurat, termasuk dengan memanfaatkan ruang dan fasilitas di luar gedung.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo menilai pemulihan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi pascabencana karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

193,41 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Dampak bencana juga dirasakan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat Nagekeo.

Sedikitnya 193,41 hektare lahan pertanian terdampak, dengan kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kehidupan sekitar 518 kepala keluarga.

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru