PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Jakarta — Persoalan reforma agraria kembali menjadi perhatian dalam diskusi mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) menggelar Diskusi dan Konsolidasi Hari Tani Nasional dengan tema “Reforma Agraria: Melawan Serakahnomics Wujudkan Kedaulatan Indonesia”, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kedai Tempo, Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur, tersebut dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa Cipayung, aktivis, dan media.
Sejumlah organisasi yang hadir di antaranya perwakilan GMNI, PMKRI, KAMMI, EN-LMND, HIKMABUDHI, serta organisasi kemahasiswaan lainnya. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai persoalan agraria, penguasaan tanah, kedaulatan pangan, hingga posisi generasi muda dalam mengawal agenda reforma agraria.
Baca juga: Guru Swasta Sikka Menagih Kepastian Negara: Dorong Pengangkatan PPPK
Diskusi menghadirkan Ketua Umum EN-LMND Muh. Isnain Mukadar sebagai keynote speech. Sementara narasumber yang dihadirkan ialah Ahmad Rifai, Ketua Umum PP STN, dan Dr. Faisal Lohy, M.H., analis kebijakan publik. Diskusi dipandu Risal, Wasekjen Organisasi EN-LMND.
Sejumlah tokoh organisasi mahasiswa turut memberikan tanggapan, antara lain I Kadek Ria Febri Yana dari PP KMHDI, Risko Hardi dari PB PII, Fergilius Taoet dari EN-LMND, Jumarta Susanto dari PP HIKMABUDHI, Rifat Hakim, S.Sos. dari DPP GMNI, serta Aulia Furqon, S.Hut. dari PP KAMMI.
Reforma Agraria Tak Sekadar Persoalan Sertifikat
Baca juga: UNIPA Tembus Kementerian Koperasi RI, Mahasiswa Mulai Magang di Level Nasional
Dalam diskusi, reforma agraria ditempatkan bukan semata-mata sebagai persoalan administrasi kepemilikan tanah. Perdebatan diarahkan pada persoalan yang lebih luas, seperti ketimpangan penguasaan lahan, konflik agraria, akses masyarakat terhadap sumber daya, serta keterkaitan antara tanah dan kedaulatan pangan.