“Kami sudah sampaikan kepada anak-anak agar mereka bermain seperti pertandingan sebelumnya, tapi kondisi pertandingan, terutama jadwal yang dimulai pukul setengah dua siang, cukup menguras tenaga dan energi anak-anak kami. Ditambah lagi, persiapan kami biasanya dilakukan di daerah berudara dingin, jadi ketika bertanding pada jam seperti ini, tenaga mereka benar-benar terkuras,” ujar Leonard.
Kapten Perss Soe, Mustafa Rebong Bala Making, menyampaikan pesan berjiwa besar serta apresiasi atas keramahan dan sportivitas tim tuan rumah selama laga berlangsung. Ia mengajak rekan-rekannya untuk tetap bangkit dan terus berlatih demi ajang-ajang berikutnya.
“Saya ingin menyampaikan kepada tim Persami bahwa pertandingan yang kita hadapi siang hingga sore hari ini sangat bagus dan menjunjung sportivitas. Kami dari tim Perss Soe juga mengucapkan terima kasih banyak karena sudah melayani kami dengan permainan yang indah dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Kapten Perss Soe.
Persami Tatap Semifinal dan Evaluasi Lini Sayap
Di kubu tuan rumah, rasa haru dan syukur terpancar dari pelatih Persami Maumere, Dasri Hairil. Kemenangan ini merupakan pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya Persami U-17 berhasil melangkah hingga babak semifinal Soeratin Cup, terlebih di hadapan para pendukung sendiri.
“Yang pertama, puji syukur alhamdulillah. Ini sejarah pertama bagi Persami lolos ke semifinal, baru pertama kali terjadi. Terima kasih juga kepada Perss Soe karena perlawanannya luar biasa. Beberapa minggu terakhir kami sudah mulai menganalisa, termasuk soal cuaca panas yang setiap hari kami hadapi saat latihan. Itu salah satu dasar taktik kami untuk melakukan pressing di sepertiga lapangan, sehingga Soe tidak bisa menguasai bola di tengah,” ungkap Dasri.
Menghadapi laga semifinal mendatang, Dasri mengisyaratkan akan melakukan evaluasi dan opsi rotasi pada lini wing back dan pemain sayap guna mempertajam variasi serangan dari sektor pinggir.