Pasca-Pertandingan: Angin Kencang, Keputusan Wasit, dan Lapang Dada
Dalam sesi wawancara usai laga, jajaran pelatih dan manajemen Persebata Lembata memberikan evaluasi terkait hasil yang diraih timnya.
Pelatih Persebata Lembata, Maulana, menyoroti kendala cuaca ekstrem serta mental bertanding anak asuhnya yang terganggu di lapangan.
“Yang pertama, mungkin faktor cuaca ya. Bermain dengan kondisi cuaca angin yang kencang, alur bola kami untuk bermain long panjang itu memang agak sulit. Terus kami bermain dari kaki ke kaki itu sudah sangat baik sekali, cuma karena angin kencang beberapa kali long pass kami terhambat,” ungkap Maulana.
“Yang kedua, mental anak-anak agak sedikit terganggu dengan beberapa keputusan yang bagi kami sangat merugikan. Buah dari gol pertama itu ada pelanggaran yang seharusnya menurut kami tidak perlu terjadi. Dari gol itu anak-anak mentalnya jadi down, jadi mereka butuh waktu lagi untuk menyesuaikan permainan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Manajer Persebata Lembata, Ibrahim Isre, yang mengapresiasi perjuangan skuadnya sekaligus memberi ucapan selamat kepada tim lawan.
“Pertama, saya proficiat buat tim Citra Bakti Ngada yang memenangkan pertandingan. Mungkin hari ini Dewi Fortuna lebih berpihak kepada Citra Bakti Ngada ketimbang kami. Anak-anak sudah berjuang semaksimal mungkin. Tadi sudah dikatakan pelatih soal cuaca angin kencang, dan ketika di babak kedua pola mau diterapkan, ada pemain yang keluar ganjaran kartu merah sehingga strategi tidak berjalan maksimal,” jelas Ibrahim.