Menakar Ulang Tradisi SKS: Mengapa ‘Sistem Kebut Semalam’ Bukan Lagi Lencana Kehormatan Mahasiswa

"Sebagian mahasiswa berargumen bahwa SKS merupakan bentuk adaptasi yang efisien di tengah padatnya beban perkuliahan, kegiatan organisasi, dan tuntutan kerja paruh waktu. Dalam sudut pandang ini, manajemen waktu yang ketat terkadang kalah oleh prioritas mendesak yang datang bersamaan. Bagi mereka, SKS adalah katup penyelamat agar semua tanggung jawab tetap terpenuhi dalam tenggat waktu yang sama".
Ilustrasi

Pada akhirnya, mengevaluasi budaya SKS adalah langkah penting untuk menjaga mutu pembelajaran di perguruan tinggi. Kebiasaan ini merupakan tantangan manajemen waktu yang perlu diatasi demi kesiapan profesional dan kesehatan mental mahasiswa. Pendidikan tinggi idealnya dipandang sebagai sebuah proses berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi, bukan sebuah tanggung jawab yang dipertaruhkan dalam waktu satu malam.

 

Klik link ini untuk mendapatkan informasi terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.

 

 

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru