Dan ketika seluruh jalan tampak buntu, ketika setiap pintu terasa terkunci dari luar, ketika bahkan keheningan pun terasa seperti tembok—di sanalah tragedi menjadi hampir tak terelakkan.
Tugas kita, sebagai sesama manusia, anggota masyarakat, tetangga, dan keluarga, adalah memastikan bahwa tidak ada satu pun pintu yang benar-benar terkunci. Bahwa selalu ada satu suara yang tersisa: suara yang berkata, “Aku di sini, aku mendengar, dan lukamu layak untuk didengar.”