Anak Muda Jangan Cuma Main TikTok! Mahasiswa Sistem Informasi IFTK Ledalero Buktikan Generasi Digital Bisa Ubah Masa Depan

Melalui SI FEST, kami ingin menunjukkan bahwa sistem informasi bukan hanya tentang coding, tetapi juga tentang solusi nyata untuk pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM- IFTK LEDALERO, Semangat transformasi digital menggema di Kampus 2 Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero ketika Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMPS SI) sukses menggelar kegiatan Sistem Informasi Festival (SI FEST), Jumat, 16 Mei 2026. Mengusung tema “Transformasi Digital melalui Sistem Informasi”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kaum muda tidak hanya bisa menjadi penikmat teknologi, tetapi juga pencipta perubahan di era digital.

Di tengah maraknya generasi muda yang larut dalam media sosial tanpa arah, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero justru tampil membawa semangat inovasi, kreativitas, dan literasi digital yang nyata. Melalui SI FEST, mereka menunjukkan bahwa teknologi bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk membangun masa depan masyarakat yang lebih maju.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang teknologi dan pemerintahan digital, yakni Petrus Pedro Baga, ST., MT., seorang praktisi e-Government, serta Orientus Yulianus, A.Md.Kom., Penelaah Teknis Kebijakan. Keduanya membawakan materi mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan layanan publik di Indonesia.

Baca juga: "Bunda Maria Datang Mengunjungi Kita”: Ratusan Umat Padati Misa Bulan Maria di St. Petrus Sap’an, Romo Mundus Sentuh Hati Umat tentang Kasih Ibu

Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan transparansi, efektivitas, dan efisiensi pelayanan publik. Diskusi berlangsung aktif dengan antusiasme mahasiswa yang mempertanyakan berbagai tantangan transformasi digital di daerah, termasuk kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi.

Seminar tidak hanya dihadiri mahasiswa Prodi Sistem Informasi, tetapi juga mahasiswa dari Program Studi PKK, DKV, dan Kewirausahaan. Bahkan, kegiatan ini turut melibatkan pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Sikka. Setiap sekolah mengirimkan dua siswa beserta guru pendamping untuk mengikuti seminar dan perlombaan yang diselenggarakan panitia.

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah lomba kuis literasi digital bagi siswa SMA dan SMK dari tujuh sekolah di Kabupaten Sikka. Kompetisi ini menguji kemampuan dasar komputer dan pengetahuan teknologi informasi para peserta. Panitia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan budaya literasi digital sejak dini di kalangan pelajar.

Baca juga: Semangat Kemandirian Desa Hebing, BUMDES “Nura Ne” Kembangkan Hortikultura dan Buka Peluang Ekonomi Warga

Tidak hanya fokus pada seminar akademik, SI FEST juga menghadirkan pameran karya mahasiswa yang menjadi pusat perhatian pengunjung. Berbagai aplikasi website hasil karya mahasiswa dipamerkan secara terbuka kepada publik. Aplikasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merancang solusi digital yang dapat digunakan di bidang pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan usaha.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru