Kita dalam kesekian
Tentang si puisi manis
Kemarin aku telah menaruhnya dalam perbendaharaanku
Untuk sebuah perjalanan yang sia sia
Demikianlah
Malam masih terumbar
Kalah sepi mengumpat
Dan hampa menghempas raga dalam kesendirian
Demikian seperti ampas
Yang terakhir tapi paling tidak berarti
Kini malam telah kembali
Untuk gelap yang tak kau ingini
Dan terang yang tak kau relakan
Namun masih ada iklas
Karena besok hari yang sama
Akan terulang lagi.
PUISI PAGI
Di pagi yang membeku di persendian ranjangmu.
Telah kau temukan alasan untuk memeram sejenak sepi
Sambil menunggu fajar datang membawanya pergi entah kemana.