Antologi Puisi ||Erwin Pitang||

Penulis: Erwin Pitang

Kita dalam kesekian

Tentang si puisi manis
Kemarin aku telah menaruhnya dalam perbendaharaanku
Untuk sebuah perjalanan yang sia sia

Demikianlah
Malam masih terumbar
Kalah sepi mengumpat
Dan hampa menghempas raga dalam kesendirian
Demikian seperti ampas
Yang terakhir tapi paling tidak berarti

Kini malam telah kembali
Untuk gelap yang tak kau ingini
Dan terang yang tak kau relakan
Namun masih ada iklas
Karena besok hari yang sama
Akan terulang lagi.

 

PUISI PAGI

Di pagi yang membeku di persendian ranjangmu.
Telah kau temukan alasan untuk memeram sejenak sepi
Sambil menunggu fajar datang membawanya pergi entah kemana.

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru