Penutup
Jika seandainya seorang pemimpin mengurus bisnis makan gratis, maka persoalannya bukan sekadar siapa yang makan tetapi siapa yang diuntungkan.
Dalam keadaan tanpa konflik kepentingan, rakyat bisa kenyang. Namun jika kekuasaan dan bisnis bercampur maka yang terjadi sering kali sebaliknya: rakyat diberi makan secukupnya, sementara kekuasaan makan tanpa batas.
Akhirnya, pertanyaan retoris itu menemukan jawabannya sendiri: bukan perut rakyat yang makin kenyang, melainkan perut kekuasaan yang makin rakus jika hukum dan etika dibiarkan lapar.
Klik Link Ini Untuk Dapatkan Opini Menarik Lainnya Hanya di PerspektifNusantara.com