Dalam sambutannya, Kabag SDM Polres TTU, AKP I Wayan guna menyampaikan bahwa pelaksanaan panen dilakukan lebih awal dari jadwal panen raya. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang cenderung hujan serta kondisi tanaman jagung yang telah melewati masa panen optimal. Jika tidak segera dipanen, dikhawatirkan jagung akan mengalami kerusakan akibat serangan hama dan pembusukan yang dapat berujung pada gagal panen.
“Panen ini kita lakukan lebih awal sebagai langkah antisipatif agar hasil pertanian tidak mengalami kerugian yang lebih besar. Ini juga menjadi bentuk kepedulian Polres TTU terhadap kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan panen jagung secara simbolis yang dilakukan bersama oleh para tamu undangan dan kelompok tani. Kegiatan ini mencerminkan kebersamaan dan semangat gotong royong antara aparat negara dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.
Usai panen simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah serta santap siang bersama. Suasana kebersamaan tampak hangat, mempererat hubungan antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat tani.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.15 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan panen, tetapi juga wujud nyata sinergitas lintas sektor dalam mendukung program nasional.
