Dalam hal kedisiplinan, Wabup Simon menyoroti masih adanya ASN yang datang terlambat saat apel berlangsung. Ia menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama profesionalisme aparatur.
“Disiplin itu harus lahir dari kesadaran, bukan karena takut pimpinan. Kita semua sudah dewasa. Kalau terlambat, lebih baik tidak usah masuk daripada mengganggu ketertiban apel,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kerja bakti rutin setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan kantor dan ruang publik. Bagian Umum diminta memastikan kesiapan lokasi dan peralatan kerja sehari sebelum pelaksanaan, sehingga kegiatan berjalan efektif dan tidak sekadar formalitas.
“Jangan sampai kita sudah di lokasi baru sibuk mencari alat. Kerja bakti harus benar-benar dikerjakan, bukan hanya hadir lalu pulang,” pesannya.
Menutup arahannya, Wabup Simon mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kinerja birokrasi yang disiplin, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
“ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sebaliknya. Mari kita bekerja dengan semangat, komitmen, dan tanggung jawab,” pungkasnya.