“Hasilnya sudah lumayan bagus, tetapi harus terus kita tingkatkan agar ke depan semakin berkualitas,” ujarnya.
Sehubungan dengan penertiban pasar ilegal juga menjadi perhatian serius Pemkab Sikka. Setelah penertiban Pasar Wuring, pemerintah kembali menertibkan aktivitas di eks Pasar Geliting sejak pukul 04.00 WITA dan memindahkan para pedagang ke Pasar Wair Koja.
Wabup menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi aktivitas pasar liar yang mengganggu ketertiban umum, lalu lintas, dan estetika kota. Ia meminta seluruh ASN menjadi contoh dengan tidak berbelanja di pasar ilegal.
“Jangan sampai siapa pun bisa membuat pasar di mana saja. Saya dan Bapak Bupati tidak ingin melihat ASN berbelanja di lokasi yang sudah dilarang,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa Pasar Alok dan Pasar Wair Koja dalam kondisi layak dan siap menampung seluruh aktivitas perdagangan. ASN yang memiliki keluarga pedagang juga diminta berperan aktif memberikan edukasi agar berpindah ke pasar resmi. Pemkab Sikka akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan eks Pasar Geliting tidak lagi digunakan sebagai lokasi pasar ilegal, sehingga tercipta ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas.
Wabup juga mengungkapkan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah hingga akhir triwulan pertama baru mencapai sekitar 24 persen. Ia menilai capaian tersebut masih perlu didorong secara maksimal dengan menggali potensi-potensi pendapatan daerah. Menurutnya, optimalisasi PAD sangat krusial untuk mendukung berbagai program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.
“Saat ini kita dihadapkan pada pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih. Anggaran dari kementerian sudah ada, tetapi pemerintah daerah harus menyiapkan infrastruktur jalan. Itu membutuhkan biaya, dan solusinya adalah memperkuat PAD,” jelasnya.