Warga hanya berharap pihak Telkomsel segera turun tangan melakukan perbaikan agar layanan komunikasi kembali normal. Mereka menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi yang andal kini menjadi kebutuhan vital, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil seperti Mapitara.
Bukit Cinta
Menurut Kesaksian warga lainnya, Arnol Bewat, akses jaringan internet di Mapitara memang sangatlah sulit. Bukan hanya kali ini saja tetapi telah berlangsung sejak lama.
“Dulu kami kadang ke gunung atau bukit yang kami sebut bukit cinta. Kenapa disebut bukit Cinta karena di situ kami bisa berbagi cerita ke dunia, kepada orang yang kami kasihi yang jauh di perantauan atau jauh dari kampung halaman,” ungkapnya.
Meski bukit tersebut memiliki nama yang romantis, namun menurut Arnol, bukit itu juga menyimpan cerita pahit warga di Mapitara yang terisolasi oleh karena ketiadaan jaringan internet.
Ia mengakui persoalan ini telah banyak kali diangkat namun hingga kini belum juga diperhatikan oleh pihak terkait.
“Mungkin nanti kami tunggu Tuhan saja yang tolong kami,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel terkait penyebab pasti gangguan maupun jadwal perbaikan jaringan di wilayah tersebut.
