5. Paradigma Baru: Negara di Dalam Masyarakat
Sebagai penutup, Yanuar menawarkan cara pandang baru bagi gerakan masyarakat sipil. Ia menegaskan bahwa masyarakat bukanlah entitas yang berada di dalam negara, melainkan sebaliknya: negara yang berada di dalam masyarakat.
Dengan paradigma ini, pemerintah bukanlah penguasa mutlak, melainkan “pengurus” yang kedaulatannya dititipkan oleh rakyat. “Tidak ada patriot kalau tidak ada patria (tanah air). Karena itu, mari merawat republik dengan akal budi yang kritis dan keberanian moral,” pungkasnya.
Menatap Masa Depan Republik
Kegiatan Side Events Konferensi Republik hari pertama di Universitas Nusa Nipa ini berhasil memantik kesadaran kolektif audiens. Melalui kombinasi refleksi filosofis dari Pater Otto dan analisis kebijakan berbasis data dari Yanuar Nugroho, forum ini mengirimkan pesan kuat: merawat republik menuntut keterlibatan aktif, nalar kritis, dan orientasi kebijakan yang berpihak pada keadilan serta kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.