Menggugat Sentralisasi dan Krisis Kepercayaan: Rektor IFTK Ledalero dan Yanuar Nugroho Soroti Masa Depan Republik di Maumere

Konferensi ini menghadirkan dua figur penting yang menguliti berbagai persoalan krusial bangsa: Pater Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD (Ketua Panitia Konferensi Republik sekaligus Rektor IFTK Ledalero) dan Yanuar Nugroho (Pendiri dan Penasihat Nalar Institute sekaligus Sekretaris Jenderal Konferensi Republik - Perhimpunan Indonesia Merdeka).

​5. Paradigma Baru: Negara di Dalam Masyarakat

​Sebagai penutup, Yanuar menawarkan cara pandang baru bagi gerakan masyarakat sipil. Ia menegaskan bahwa masyarakat bukanlah entitas yang berada di dalam negara, melainkan sebaliknya: negara yang berada di dalam masyarakat.

​Dengan paradigma ini, pemerintah bukanlah penguasa mutlak, melainkan “pengurus” yang kedaulatannya dititipkan oleh rakyat. “Tidak ada patriot kalau tidak ada patria (tanah air). Karena itu, mari merawat republik dengan akal budi yang kritis dan keberanian moral,” pungkasnya.

Menatap Masa Depan Republik

​Kegiatan Side Events Konferensi Republik hari pertama di Universitas Nusa Nipa ini berhasil memantik kesadaran kolektif audiens. Melalui kombinasi refleksi filosofis dari Pater Otto dan analisis kebijakan berbasis data dari Yanuar Nugroho, forum ini mengirimkan pesan kuat: merawat republik menuntut keterlibatan aktif, nalar kritis, dan orientasi kebijakan yang berpihak pada keadilan serta kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru