Dalam Injil Lukas 8:1-3 dikatakan bahwa Yesus berjalan berkeliling mewartakan Kerajaan Allah bersama kedua belas murid dan beberapa perempuan. Mereka bukan sekadar orang yang kebetulan mengikuti dari kejauhan. Mereka menjadi bagian dari rombongan yang berjalan bersama Yesus dan ikut mendukung karya pewartaan-Nya.
Lukas menyebut Maria Magdalena, Yohana, Susana, dan perempuan-perempuan lainnya. Mereka melayani Yesus dan para murid dengan harta milik mereka. Artinya, mereka memberikan waktu, tenaga, perhatian, dan juga sumber daya mereka agar pelayanan Yesus dapat terus berlangsung. Peran mereka konkret dan penting bagi kehidupan komunitas para murid.
Hal ini sangat berarti dalam konteks masyarakat pada zaman itu. Yesus memberikan ruang kepada perempuan untuk menjadi bagian dari komunitas para murid dan karya Kerajaan Allah. Bahkan dalam Injil Lukas, para perempuan yang mengikuti Yesus sampai ke Yerusalem juga menjadi saksi sengsara, wafat, makam kosong, dan kebangkitan-Nya. Kesetiaan mereka menjadi bagian penting dalam kesaksian iman Gereja perdana.
Baca juga: Renungan Harian Katolik, Selasa 15 September 2026
Semoga kita belajar dari mereka bahwa mengikuti Yesus bukan hanya soal mendengarkan, tetapi juga hadir, melayani, berbagi apa yang kita miliki, dan setia dalam suka maupun duka. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan, mempunyai tempat dan peran dalam karya Kerajaan Allah.