FPPD Gelar Diskusi Publik di Pondok Taluk Sandominggo: Tiga Program Jadi Cermin Menakar Kadar Demokrasi Flores Timur

"Kalau kontrak bisa berubah tanpa penjelasan terbuka, yang runtuh bukan jumlah sapi, yang runtuh adalah kepercayaan publik," tegas Krisantus.
Diskusi Publik Forum Pemuda Peduli Demokrasi (FPPD) di Pondok Taluk Sandominggo

 

3. Setan Transparansi sebagai Ujian Budaya Pemerintahan.
Pemkab Flotim memiliki Perbup Pelayanan Informasi. Namun hingga Desember 2025 statusnya masih “Menuju Informatif”, belum Informatif. Pertanyaan besarnya apakah transparansi sudah menjadi budaya atau hanya regulasi di atas kertas?

Siklus demokrasi yang dipakai sebagai alat ukur: ANGGARAN, KEBIJAKAN, PELAKSANAAN, INFORMASI, PENGAWASAN, Serta PERTANGGUNGJAWABAN.

Pemantik Diskusi dan Tanggapan Peserta

Pemateri Krisantus Kenato memantik dengan pertanyaan tajam. Ketika ada perubahan 78,6% atas uang rakyat, apakah rakyat diberitahu? Apakah penyintas Lewotobi dilibatkan sebagai subjek atau hanya objek? Apakah masyarakat bisa mudah mengakses kontrak Big Push dan progres Huntap?

“Kalau kontrak bisa berubah tanpa penjelasan terbuka, yang runtuh bukan jumlah sapi, yang runtuh adalah kepercayaan publik,” tegas Krisantus.

Tanggapan kritis peserta:

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru