Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari anak-anak. Mereka tampak mengikuti setiap aktivitas dengan penuh semangat dan gembira, sehingga suasana di posko pengungsian menjadi lebih hidup.
Bunda Literasi Sikka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai lokasi pengungsian, dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pemulihan anak-anak terdampak bencana.
“Di tengah situasi bencana, kita ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak untuk bermain, belajar, membaca dan bergembira. Mereka adalah generasi penerus Sikka yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
Kegiatan trauma healing ini sekaligus menjadi wujud kepedulian Bunda Literasi Kabupaten Sikka dan Pokja dalam mendukung proses pemulihan masyarakat, khususnya anak-anak, pascagempa bumi yang melanda Kabupaten Sikka.