PERSPEKTIFNUSNTARA.COM, MAUMERE — Ketegangan memuncak di Gelora Samador Maumere saat pertarungan sengit babak perempat final Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola NTT, Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur dan PS Malaka, Senin (10/8/2026). Melalui drama adu penalti yang mendebarkan, BMP Flores Timur akhirnya mengunci kemenangan 5-3 usai bermain imbang di waktu normal, sekaligus meretas jalan menuju babak semifinal untuk menantang tuan rumah Persami Maumere.
Laga dua tim bermental juara ini menyuguhkan tontonan berkelas tinggi. PS Malaka yang datang dari Pulau Timor menyajikan perlawanan sengit dengan kedalaman skuad yang merata. Namun, BMP Flores Timur yang mengusung gaya khas sepak bola Lamaholot tampil militan. Di bawah komando pelatih Geril Hajon, BMP memperagakan permainan cepat, keras, serta kombinasi umpan lambung dan pendek yang rapi, dipadukan dengan koordinasi lini belakang yang solid.
Di balik kesuksesan BMP meredam ketangguhan PS Malaka, sorotan utama tertuju pada aksi luar biasa sepasang pemain kembar asal Adonara: Ronaldani Lestari dan Ronaldino Lestari. Lahir pada 23 Februari 2009, dua bersaudara berusia 17 tahun ini tidak hanya berbagi paras dan fisik yang identik, tetapi juga menyuguhkan stamina tanpa batas di atas lapangan green carpet Samador.
Ronaldani, sang kakak yang mengisi posisi wing back kanan, serta Ronaldino di posisi wing kiri, tampil menyedot perhatian lewat mobilitas tinggi. Keduanya seolah tak kenal lelah menyisir sisi lapangan, melakukan transisi bertahan dan menyerang secara konstan.
”Sebenarnya saya striker, tapi pelatih menempatkan saya di posisi ‘wing back’, karena dia lihat stamina saya cukup bagus,” ungkap Ronaldani seusai laga.
Puncak drama terjadi pada babak tos-tosan. Ronaldani yang maju sebagai eksekutor penalti keempat BMP berhasil menjebol gawang PS Malaka lewat tembakan lambung yang terukur. Momen unik sekaligus menegangkan sempat terjadi ketika bola bergetar di jala gawang, namun Ronaldani justru ambruk di area penalti akibat kram hebat pada kedua kakinya. Setelah sempat mendapat perawatan tim medis dan konfirmasi dari perangkat pertandingan, gol tersebut dinyatakan sah.
”Kaki kram karena terus melakukan overlap sepanjang pertandingan. Tapi saya sangat bahagia bisa membawa nama baik Lewotana, Senang sekali tapi tidak bisa tahan kaki keram,” tutur Ronaldani.